Kamis, 31 Mei 2012

“Sulitnya Memajukan Kehidupan Anak Bangsa”.

 Seperti telah kita ketahui bersama bahwa pendidikan adalah pengubahan sikap dan tata laku seseoranng atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui pelatihan dan pengajaran. Indonesia adalah salah satu negara yang sedang berkembang, berkembang untuk maju dan untuk memajukan negara, negara memiliki tujuan-tujuan yang harus dicapai. Salah satu tujuan Indonesia adalah meratakan dan memajukan pendidikan anak bangsa.

Hingga saat ini tujuan itu belum juga tercapai. Hal itu dikarenakan banyaknya hambatan-hambatan yang terjadi. Berbagai cara telah di lakukan pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan tetapi karena pelaksanaan kebijakan itu kurang tepat pada sasaran sehingga menimbulkan masalah baru dan itu menghambat. Salah satu contoh kebijakan yang telah di keluarkan pemerintah adalah bahwa 20% dana dari APBN sebagai dana pendidikan bagi SD, SLTP, dan SLTA.

Selain itu, sulitnya memajukan pendidikan disebabkan adanya beberapa faktor, diantaranya adalah bagaimana nilai tata tertib yang berlaku di sekolah, kesadaran dari diri kita sendiri kemudian guru pendamping kita. Dapat kita ambil contoh bahwa sekarang banyak anak yang lebih suka bermain, membaca komik dan lainnya daripada mengingat kesadaran mereka sebagai pelajar yaitu belajar. Hal itu disebabkan kurangnya pengawasan yang terjadi baik di dalam lingkup sekolah atau pun rumah. Contoh lain adalah adanya tuntutan yang menjadi keinginan supaya setiap siswa-siswi mereka menjadi yang terbaik dari sekolah lain tetapi keinginan itu tidak di lengkapi dengan sarana dan prasarana yang dapat dikatakan cukup memadai. Contoh-contoh itu merupakan sebagian kecil dari masalah yang ada, masih ada masalah-masalah lain tetapi kita semua tidak boleh meremehkan masalah kecil itu karena semua masalah besar sebagai akibat masalah kecil yang tidak diselesaikan. Oleh karena itu, yang perlu kita pikirkan bersama adalah bagaiman cara kita untuk mengatasi massalah itu.

Beberapa langkah untuk mengatasi masalah itu diantaranya adalah kita perlu memulai dengan mengoreksi bagaimana cara pengawasan yang dilakukan baik di sekolah atau di rumah. Perlu juga kita meningkatkan nilai kedisiplinan yang ada di sekolah. Nilai keisiplinan yang perlu kita mulai adalah dari kedisplinan guru terlebih dahulu. Hal itu perlu kita tindak tegas karena apabila guru merupakan faktor utama untuk meningkatkan pendidikan sebagai pengajar dan orang yang akan di contoh oleh siswa-siswi mereka tidak disiplin bagaimana yang akan terjadi pada anak didik mereka.


Rabu, 30 Mei 2012

Save Our Planet [75 cara menyelamatkan bumi]

Sebarkan Tip ini kepada tiap orang yang anda jumpai. Memang lidah tak bertulang, berbicara memang lebih mudah dibanding melakukannya. Padahal tanpa banyak bicarapun sebenarnya kita semua bisa ikut mengambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan
  1. Jangan menggunakan listrik untuk penerangan atau peralatan kecuali jika anda benar-bnar sedang menggunakannya, jika tidak menggunakannya matikanlah !
  2. Menggunakan lampu luorescent (neon) yang hemat energi.
  3. Pergunakan penerangan, pembangkit listrik, unit-unit pemanas bertenaga surya.
  4. Manfaatkan lebih banyak penerangan cahaya alam.
  5. Pergunakan ventilasi yang struktural untuk penyejuk ruangan daripada menggunakan Air Condition (AC)
  6. Pergunakan air dingin, bukan air panas.
  7. Pastikan peralatan bertenaga listrik tetap efisien dan terawat dengan baik
  8. Pengendalian penerangan, alat pendingin udara secara otomatis, misal dengan alat sensor cahaya
  9. Pergunakan alat-alat pematul cahaya untuk menggantikan lampu penerangan.
  10. Pergunakan film pelapis kaca atau rayban untuk mengurangi panas matahari.
  11. Tanamlah tanaman sebanyak mungin di kebun anda untuk mengurangi karbondiosida.
  12. Jangan membakar apa saja, bahkan rokok.
  13. Lengkapi mobil atau motor anda dengan katalisator.
  14. Jika anda menghentikan kendaraan dalam waktu yang tidak lama, jangan matikan mesin kendaraan anda.
  15. Kurangi bawaan pada kendaraan anda untuk mengurangi beban, bahkan mengeluarkan sebatang pensil dari kendaraanpun akan membantu.
  16. Jangan membuang sesuatu yang dapat di daur ulang, seperti kaleng aluminium dan kertas. Simpan dan berikan pemulung untuk dijual kembali.
  17. Meminimalisir penggunaan styrofoam (gabus sintetik) untuk bungkus makanan.
  18. Lihat dan periksa kembali jika anda menggunakan aerosol, cat, AC, apakah mengandung khlorofluorokarbon (CFC).
  19. Jangan beli barang apapun yang langsung dibuang sesudah dipakai sekali, jika ada barang sejenis yang dapat dibeli sebagai investasi jangka panjang.
  20. Belilah produk yang anda sukai sehingga produk tersebut tidak perlu diganti sampai benar-benar rusak dan tidak dapat dipakai kembali.
  21. Cobalah untuk tidak memiliki barang yang hanya memiliki nilai estetika saja.
  22. Berhati-hati dengan barang plastik yang anda beli karena ada beberapa jenis plastik tidak dapat di daur ulang.
  23. Bawalah tas anda sendiri jika hendak berbelanja yang terbuat dari kain atau kanvas untuk mengurangi produk plastik.
  24. Katakan pada seseorang jika anda melihatnya membuang sampah secara sembarangan.
  25. Jangan sekali-sekali memotong tanaman atau menebang pohon karena tetumbuhan membantu menyelamatkan bumi.
  26. Sirami taman anda dengan air hujan, buat sistem tadah hujan.
  27. Pergunakan air sehemat mungkin untuk mencuci kendaraan dan menyiram kebun anda.
  28. Pisahkan sampah yang dapat di daur ulang dan tidak.
  29. Jangan membuang sampah kedalam saluran air, terusan air, sungai dan laut.
  30. Jangan gunakan bahan kimia terutama bahan detergen dan bahan pembersih yang mengandung phospat.
  31. Pakailah bahan pengganti zat kimia dalam rumah misal jus lemon dicampur dengan garam,cuka dan amoniak.Jangan menggunakan air lebih dari yang anda perlukan.
  32. Apabila mungkin, air di daur ulang.
  33. Jangan menggunakan air untuk membersihkan halaman jika dapat dibersihkan dengan sapu.
  34. Pastikanlah agar keran bekerja dengan baik dan pergunakan pancuran yang mengalir pelan.
  35. Periksa pembilas toilet berada dalam keadaan baik untuk menghindarkan pembilasan yang tidak perlu.
  36. Simpan air bekas dan mesin cuci pakaian untuk mencuci kendaraan anda.
  37. Biasakan meminum air dengan tidak menyisakan air dalam gelas.
  38. Jangan melakukan perjalanan, kecuali anda terpaksa melakukannya.
  39. Jangan melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, kecuali jika anda memang terpaksa.
  40. Pergunakan kendaraan umum untuk mengurangi kemacetan, karbon monoksida dan ongkos parkir.
  41. Pergunakan sepeda, jika jarak yang ditempuh relatif dekat.
  42. Pergunakan bahan bakar yang bebas timah (unleaded fuel)
  43. Pergunakan bahan bakar beroktan rendah.
  44. Mengkonversi mesin kendaraan anda untuk memakai gas alam yang dipadatkan.
  45. Merawat mesin dengan teratur.
  46. Pilih kendaraan yang menggunakan bahan bakar paling efisien.
  47. Jika hendak mencetak (nge-print) periksa setting print terlebih dahulu, pergunakan cetak draft untuk menghemat tinta.
  48. Pergunakan dibalik kertas yang telah terpakai untuk kebutuhan intern.
  49. Jangan pergunakan gambar-gambar yang yang tidak dibutuhkan dalam sebuah tulisan, karena gambar membutuhkan tinta yang lebih.
  50. Pilih jenis dan ukuran huruf yang standart.
  51. Jangan mempergunakan pupuk yang mengandung zat kimia atau penyalahgunaan pestisida.
  52. Pergunakan bahan kimia untuk tanaman herbisida dan fungisida seefisien mungkin.
  53. Mulailah menanam tanaman dengan teknik hidroponik (ditanam tanpa menggunakan tanah dan hanya memberi gizi secukupnya di dalam air.
  54. Untuk pedagang keliling, jangan menghidupkan alat-alat yang menimbulkan suara bising, kecuali untuk memberikan demonstrasi kepada konsumen.
  55. Menghindarkan musik pengiring ditempat-tempat publik.
  56. Jangan mengoperasikan peralatan pada jam-jam puncak istirahat.
  57. Hindari memperdengarkan musik bersuara keras, sehingga mengaburkan bunyi pengumuman yang penting.
  58. Pastikan bahwa peralatan benar-benar kedap suara dan diservis untuk memperkecil suara bising.
  59. Pakailah alat penutup telinga jika bekerja pada mesin yang bersuara bising.
  60. Pastkan agar produk yag menimbulkan suara mengeluarkan suara sekecil mungkin atau diisolasi.
  61. Gunakanlah alat-alat musik pada tingkat suara yang wajar dan tidak memekakkan telinga.
  62. Jangan menempel poster,atribut organisasi atau hal-hal yang berbau promosi di dinding atau tembok di area publik.
  63. Hindari pemasangan tanda penunjuk atau rambu lebih dari satu sehingga orang tidak dibingungan dengan rambu itu.
  64. Pasanglah reklame atau baliho pada tingkat kewajaran.
  65. Jangan bangun pabrik yang menimbulkan pencemaran di daerah pemukiman.
  66. Pastikan adanya prasarana yang memadai untuk pembuangan seluruh limbah.
  67. Meminimalisir tingkat asap beracun dan limbah cair yang rendah.
  68. Cari informasi dari pemerintah mengenai standar pencemaran udara dan air yang dapat diterima.
  69. Pergunakan bahan bakar yang paling sedikit menimbulkan pencemaran.
  70. Pergunakan teknologi pembersih atau anti pencemaran yang ada untuk menjaga agar prosesing pabrik anda menjadi bersih.
  71. Hindarkan pemakaian bahan-bahan beracun, kecuali jika hal tersebut sangat diperlukan sekali.
  72. Jangan menanam limbah beracun tanpa nasehat ahli.
  73. membuang limbah beracun di luar pabrik anda.
  74. Jangan membakar limbah industri di tempat terbuka. (Berbagai Sumber)
Apapun yang anda lakukan dan apapun yang anda beli, pikirkan apakah anda merusak lingkungan kita

Cegah Kanker pada Anak Sejak Dalam Kandungan


Pertumbuhan sel kanker dalam tubuh anak ternyata bisa dicegah sejak dalam kandungan. Sebuah laporan medis terbaru memberikan informasi tentang penyebab kanker, terutama pada anak. Yaitu, berkaitan dengan risiko dan kebiasaan, baik ayah maupun ibu, bahkan sebelum pembuahan.
Tanda-tanda genetik bisa meningkatkan risiko kanker muncul pada telur dan dibawa melalui perkembangan janin hingga lahir. “Risiko seseorang mengalami kanker bisa dicegah bahkan sebelum terjadinya pembuahan. Faktor risiko ini sudah ada dalam sel telur ibu," kata profesor Ricardo Uauy, penasihat kesehatan PBB dan WHO, seperti dikutip dari Bable.com.
Risiko yang ada sebenarnya bisa dikurangi jika calon ibu menerapkan dengan kebiasaan hidup sehat. Untuk mengurangi risiko terjadinya kanker pada bayi atau anak ada tiga langkah yang bisa dilakukan para calon ibu.

1. Berhenti merokok
Asap rokok satu dari sekian banyak penyebab utama kanker yang hampir sepenuhnya berada dalam kontrol baik calon ibu maupun calon ayah. Sebenarnya, jika ingin memiliki bayi sehat dan kehamilan tidak bermasalah, bukan hanya calon ibu yang harus berhenti merokok tetapi juga calon ayah. Cukup sulit memang, terutama jika calon ayah perokok berat, tetapi setidaknya harus diusahakan.

2. Kurangi konsumsi makanan kaleng
Kaleng mengandung Bisphenol A dan bahan kimia lain yang bisa luluh ke dalam makanan. Hal ini bisa menjadi pencetus perkembangan sel kanker. Makanan kaleng juga ada yang belum terlalu matang dan mengandung lebih sedikit nutrisi daripada makanan segar atau beku.

3. Pilih bahan makanan bebas pestisida
Sayuran segar mengandung senyawa antioksidan dan zat anti-kanker lainnya. Sayuran seperti brokoli, bunga kol, kubis, kecambah dianggap pelawan zat kanker yang cukup kuat. Banyak sayuran memiliki tingkat pestisida yang rendah atau tanpa pestisida.
Tumbuhan yang terpapar pestisida biasanya ditandai dengan banyak lubang di daun karena serangga pemakan tumbuhan bisa hidup di daun dan batang. Untuk itu, pintar-pintarlah dalam memilih buah dan sayuran.

Sumber: VIVAnews -

Senin, 28 Mei 2012

Kata Mutiara Kahlil Gibran

...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)
"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

Jangan Takut Berjilbab

Takut? Emangnya uji nyali? Nggak cuma uji nyali aja yang bisa bikin orang takut, berjilbab pun ternyata masih banyak yang pada takut. Mulai dari takut dicemooh, takut nggak bisa bebas beraktivitas, takut gerah, takut sulit dapat pekerjaan hingga takut nggak dapat jodoh. Wasyah!
Padahal kalo dipiki-piki , jilbab adalah suatu gaya berpakaian yang lagi tren saat ini, lho. Emang sih beberapa tahun yang lalu, jarang banget kita nemuin cewek berjilbab. Tapi saat ini hampir di setiap sudut meja, eh, kota banyak muslimah yang sudah mulai sadar untuk berjilbab. Di sekolah-sekolah baik yang berbasis Islam atau pun umum, perguruan tinggi negeri dan swasta, tempat-tempat kursus hingga di pasar, mal, dan pabrik-pabrik, jilbab mulai marak. Bahkan di perkantoran yang dulunya jarang banget didapati busana muslimah ini, kini hampir di setiap kantor bisa dijumpai wanita muslimah yang berjilbab. Tuh kan, keren nggak sih?
Tapi ternyata di balik hingar-bingar cewek berjilbab, itu belum semuanya mau mengenakannya, sobat. Why? Karena banyak di antara mereka yang meskipun mengaku Islam, tapi masih juga enggan untuk berjilbab. Banyak sih alasan klise yang bakal dijadikan senjata andalan. Mulai dari pendapat yang bilang kalo jilbab tuh busana yang nggak gaul, ribet, dan bawaannya gerah mulu, hingga yang paling sering muncul nih, nggak siap. Nggak siap? Wah, macam mana pula ini?
Bahkan ada juga yang mau pake jilbab asal dengan syarat dibeliin mobil sedan keluaran terbaru. Walah! Ehtapi ini beneran ada lho.
Tapi jangan salah, kita kudu bersyukur juga, karena ternyata masih ada sodara kita yang sudah niat hati sih pingin berjilbab tapi apa daya nggak boleh sama ortu. Dengan alasan kayak anak udik-lah, entar sulit dapat kerjaan-lah, lama dapat jodohnya de el el. Ortu punya kuasa untuk melarang anaknya berjilbab. Gimana nggak, kalo larangan itu disertai ancaman bakal distop uang SPP dan uang saku, bahkan mungkin juga distop nggak boleh aktif di rohis (tempat dia sadar tentang wajibnya jilbab). Lalu gimana dong cara untuk meyakinkan ortu agar dibolehin pake jilbab?
Jalin komunikasi yang baik
Kalo ortumu adalah orang awam yang belum ngeh terhadap ajaran Islam, jangan ngambek dulu ketika ortu ngelarangmu untuk berjilbab. Namanya juga belum tahu Neng.
Nah, kalo persoalannya karena ortumu belum ngeh dengan Islam, maka seperti kata pepatah, tak kenal maka ta'aruf alias kenalan dulu. Kenali Islam dan aturannya. Tugas kamulah menyampaikan ini dan itu tentang ajaran Islam, khususnya tentang jilbab kepada ortumu. Siap kan? Harus dong ya.
Sebab, kamu udah diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah dan mendapat berbagai ilmu, termasuk tentang wajibnya jilbab. Itu sebabnya, saatnya kamu yang memahamkan ortu tentang masalah ini. Jangan karena nggak boleh berjilbab, terus kamu antipati sama ortu dan dendam lagi. Nggak baik itu, Non.
Sobat muda muslim, ortu melarang pasti ada alasannya dong. Nggak ujug-ujug marah bin nepsong begitu. Jadi, komunikasikan dulu sama ortu. Bila perlu, dan kayaknya sih perlu banget, tanyakan alasan beliau ngelarang kamu berjilbab. Hehehe.. sekadar kamu tahu aja dan coba nyocokkin dengan fakta di lapangan, biasanya sih alasan ortu melarang kita-kita berjilbab yang paling sering muncul adalah ketakutan. Takut kalo kamu sebagai anak perempuannya nanti sulit dapat kerjaan. Pikir mereka, udah disekolahkan mahal-mahal cuma mau jadi Bu Nyai , begitu seringnya anggapan mereka terhadap jilbab.
Ketakutan yang kedua, khawatir anaknya sulit dapat jodoh karena terhalang oleh jilbabnya. Ketiga, ortu malu punya anak berjilbab karena kebetulan pengalaman ortumu nemuin anak berjilbab tuh malu-maluin. Duileee.. sampe segitunya ya? Hehehe
Kalo alasan pelarangan jilbab sudah diketahui kayak gini, sekarang kewajiban kamu untuk memahamkan ortumu. Bisa dicoba dengan ngejelasin tentang konsep rizki berkaitan dengan pekerjaan, atau pun jodoh yang memang itu semuanya tak ada kaitannya dengan berjilbab or nggaknya seseorang. Sebab, banyak juga tuh mereka yang nggak berjilbab dan berpakaian mini yang keluar masuk kantor melamar kerjaan tapi nggak dapat-dapat (kasihan banget kan?). Sebaliknya banyak juga tuh yang berjilbab karena kemampuan dan prestasinya malah bisa jadi dosen, guru, dokter, insiyur, wartawan, penulis, ahli kimia dll. Jadi, tulalit banget kalo ngata-ngatain bahwa jilbab penghambat dapat kerjaan.
Begitu juga dengan jodoh. Berapa banyak wanita-wanita seksi yang masih melajang di usia tua padahal mereka tidak berjilbab. Sebaliknya banyak juga muslimah berjilbab yang masih muda usia justru udah mendapatkan jodoh karena ketaatannya pada hukum Allah. Tolong yakinkan ortumu dengan janji Allah bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, begitu sebaliknya. Sehingga tak ada alasan lagi bagi ortumu untuk melarang berjilbab bila mereka sudah paham. Oya, jelaskan juga bahwa jilbab adalah kewajiban bagi wanita muslimah yang nilainya seperti wajibnya sholat. Catet itu. Bila perlu ditebelin dan digaris bawah biar inget.
Kalo ada yang reseh?
Mau berbuat baik itu memang nggak mudah, sobat. Pasti ada aja suara-suara miring ketika kamu pertama kali berjilbab. Ada yang nganggep kamu sok alim, nggak modern, primitif, iseng manggil dengan gelar Bu Haji , atau bahkan yang parah adalah mengucilkan kamu dari pergaulan. Terus gimana dong?
Kalo persoalannya mereka yang reseh, berarti masih ada celah untuk menasihati, maka jangan ragu untuk ngasih nasihat kepada mereka. Katakan bahwa dengan berjilbab, akan memperjelas posisi seorang wanita. Kamu bisa jelasin bahwa dengan berjilbab, seorang cewek tuh nggak hanya dinilai dari fisiknya semata (emang pelajaran olahraga pake acara penilaian fisik?), tapi cewek tuh juga punya kemampuan lain yang lebih layak dinilai. Kemampuan otaknya, prestasi belajarnya, keahlian di bidang yang ditekuninya, dan keterampilan dalam bidang yang lain juga yang nggak melulu cuma pamer fisik. Selain tentunya memiliki akhlak yang baik juga dong. Oya, kamu bisa membe-rikan penekanan khusus bahwa berjilbab adalah kewajiban bagi semua cewek yang mengaku muslimah dan mukminah. Itu sebabnya, berdosa bagi yang nggak mau melaksanakan kewajiban menutup aurat ini.
Sobat muda muslim, kalo ada teman kamu yang nyindir ketika kamu pake jilbab dengan nyebutin kuno dan primitif, kamu bisa bilang ke doi. Emangnya ada jaman primitif pake baju menutup aurat dan lengkap seperti jilbab? Wong jaman itu belum ditemukan kain, boro-boro menutup aurat. Betul nggak seh?
Sebaliknya, jelaskan bahwa mereka yang nggak berjilbab dan menutup aurat itulah yang layak mendapat sebutan masih primitif. Gubrak!
Why? Karena banyak cewek yang pake baju yang kurang kain or pake baju adeknya yang masih SD. Gimana nggak, kalo bajunya ukuran kecil kan auratnya jadi bebas terlihat sama siapa pun. Mungkin ada teman kamu yang kemudian beralasan, ini kan modern
Nah, inilah alasan yang dibuat-buat. Karena sejatinya ini soal sudut pandang aja. Mungkin bisa dibilang perbedaannya hanyalah karena keprimitifan itu dibungkus dengan slogan yang bernama modern. Padahal intinya mah tetep aja primitif, tul nggak?
Jurus terakhir, yahcuekkin aja lagi. Kalo dalam hal kebaikan kayak gini, EGP aja, Emang Gue Pikirin . Yang penting tuh apa dan gimana hukum Islam memberi aturan dalam segala hal, khususnya berbusana. Kalo kamu pusing dan selalu dengerin orang lain tentang keputusanmu berjilbab, kamu nggak bakalan bisa maju. Yakin deh.
Terus kamunya sendiri juga harus yang bener ketika memutuskan berjilbab. Masa' berjilbab bin menutup aurat tapi kayak lontong. Itu tuh, yang tertutup tapi semua lekuk tubuhmu keliatan, ya percuma tak bergun, alias percuma tak berguna Neng. Jangan sampe pake jilbab tapi gak ngerti definisi dan nggak paham yang sesuai syariat itu kayak apa.
Jilbab sesuai syari'at
Kalo dikembalikan lagi ke yang punya bahasa, dalam hal ini bahasa Arab, jilbab adalah kain longgar dan panjang yang menjulur hing-ga menutup kaki. Bentuknya seperti lorong dan tidak ada potongan di tengahnya, dan menutupi pakaian yang biasa kamu pake sehari-hari di rumah. Wahnggak modis dong! Modis atau nggaknya tergantung kamu memodifikasinya. Kalo kamu gaul, banyak banget model jilbab yang oke tapi tetep syar'i. Pokoknya inti berjilbab (yakni mengenakan pakaian yang tebel dan longgar, serta panjang sampe menutupi mata kaki) tetep nggak boleh ditinggalkan.
Lho bukannya jilbab itu kain yang sering digunakan untuk menutup rambut? Walah, kamu ternyata kuper en kupeng juga ya? Itu mah namanya khimar, Sayang. Kalo bahasa Indonesianya sih kerudung. Coba kamu buka QS an-Nur: 31. Allah Swt. berfirman: ��Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya��
Nah, khimar atau kerudung ini juga bukan hanya menutup kepala aja, tapi harus sempurna menutup telinga, leher hingga menjulur menutup dada. Jadi nggak ada yang namanya kerudung gaul dengan mengikatkan ujung-ujungnya di belakang leher dan tidak menjulur sampe ke dada. Kalo dada masih belum tertutup, memang disebut berkerudung, tapi itu belum sempurna. Kamu perlu ngeh dong, bahwa busana muslimah itu adalah jilbab dan juga kerudung. Dipake bersamaan kalo keluar rumah or di rumah tapi ada pria asing yang bukan mahram kamu. Oke?
Jaim dong!
Yup, kamu harus jaga imej, alias omongan dan perbuatan kamu kudu mencerminkan jati diri seorang muslimah. Kamu yang dulunya suka ngomong ceplas-ceplos tanpa peduli perasaan orang lain, sekarang kudu dipikir dan ditata dulu. Kamu yang dulunya suka ketawa ngakak, sekarang mulai belajar untuk lebih sopan. Kamu yang hobi pulang sekolah boncengan sama cowok, yang suka ngerumpi, yang suka jalan-jalan di mal sekadar cuci mata, en so on, maka itu semua kudu dibenahi. Ma-lu dong, berjilbab tapi tetep norak. Bukan kamu aja Non yang bakal kena getahnya dengan sikap-sikap negatif di atas, tapi nama besar jilbab dan Islam bisa ternoda (cieRinso kali).
Berubah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi juga bukan sesuatu yang mustahil untuk dilaksanakan. Ketika kamu memutuskan untuk berjilbab, pastikan itu semua karena kesadaran dan bukan hanya ikut-ikutan tren dan mode. Kalo hanya sekadar asal ngikut, kena cobaan dikit aja udah lepas tuh jilbab dari tubuhmu. Balik lagi deh jadi cemet alias cewek metal.
Iman itu kan bisa naik bisa turun, karena itu kamu kudu cari lingkungan yang mendukung keputusan kamu berjilbab. Apalagi di masa awal yang rentan banget sama godaan. Gabung deh ama temen yang udah baik-baik. Ibaratnya kamu temenan ama orang yang jualan minyak wangi, kamu akan ketularan wanginya. Kalo kamu berteman dengan orang yang baik, maka kamu akan ikutan baik. Pokoknya, akan ada orang yang mengingatkan kamu dalam ketakwaan.
Apalagi kalo keputusanmu berjilbab diiringi rajin ngaji. Wuihditanggung te o pe be ge te, alias top banget. Kamu yang semula merasa nggak siap jadi terdorong untuk segera mengenakan jilbab sesegera mungkin. Cobaan dan rintangan nggak akan menyurutkan keputusanmu tapi semakin mengokohkannya. Ibarat pohon yang akarnya kuat, angin topan sedahsyat apa pun nggak bakal bikin kamu jatuh. Oke deh, semakin mantap untuk berjilbab kan? So, berjilbab? Siapa takut! [ria]