“Bumi ini semakin panas”. Demikianlah
kalimat yang sering diucapkan oleh banyak orang jika menyadari bahwa matahari
semakin panas. Di pagi hari saja, kita merasakan bahwa matahari itu terasa 2x
lebih panas dari sebelumnya. Apalagi di siang hari, kulit kita akan terasa
terbakar jika kita beraktifitas terlalu lama di bawah terik matahari. Ditambah
lagi dengan adanya bangunan tinggi yang
semakin banyak, hutan-hutan semakin berkurang karena pembangunan,
Industri-industri pun semakin merajalela yang menghasilkan asap sehingga
membuat bumi ini semakin panas lagi. Ya, inilah yang kita sebut sebagai
pemanasan global.
Pemanasan global sendiri adalah
berubahnya keadaan muka Bumi secara signifikan karena menipisnya lapisan ozon
dan bertambahnya gas CO2 yang berasal dari efek rumah kaca dan
sejenisnya sehingga menyebabkan suhu bumi terus bertambah. Efek dari rumah kaca
ini membuat lapisan ozon menjadi berlubang. Jika ini dibiarkan, bagaimana nasib
penduduk bumi di masa mendatang? Akankah kita semua masih bisa bertahn hidup di
Bumi yang semakin panas ini?
Pemanasan global kini menjadi
masalah penduduk dunia. Bahkan tak jarang masalah ini diangkat sebagai tema
utama dalam forum internasional. Seperti KTT di Bali beberapa waktu lalu. Di
sana dihadiri Negara-Negara dari berbagai belahan dunia. Mereka membahas
bagaimana cara mengurangi pemanasan global di bumi ini. Tetapi, bagi penduduk
dunia KTT belum berarti apa-apa. Karena belum bisa mengurangi pemanasan global
secara real. Seperti dicanangkannya program penanaman satu juta pohon. Itu
hanya dilakukan di kota-kota besar. Dan di pedesaan pun belum berjalan program
tersebut. Apa jadinya jika bumi kita ini benar-benar mengalami pemanasan
global? Apakah kita sanggup bertahan hidup lebih lama di bumi kita tercinta
ini?
Sebenarnya jika kita lihat fakta
yang ada, pemanasan global itu terjadi karena ulah manusia sendiri. Seperti, illegal
logging yang menyebabkan hutan gundul yang dapat mempercepat menipisnya lapisan
ozon, penggunaan CFC berlebihan pada alat-alat elektronik rumah tangga, limbah asap
industri yang dibuang ke udara, penggunaan bom saat menangkap ikan di laut,
asap yang berasal dari kendaraan bermotor, dan masih banyak lagi.
Kita tahu, bahwa dampak negative
dari pemasan global itu ada pada manusia itu sendiri. Contohnya yaitu,
mencairnya es yang berada di kutub utara dan selatan Pecahan-pecahan gunung es dari Kutub Selatan satu per satu
hanyut menghampiri perairan Selandia Baru dan Australia. Tiap menit di kawasan
tropis, hutan seluas tiga kali lapangan sepak bola dibabati. Dan polusi akibat
buangan gas terus mengancam warga kota-kota besar di semua
benua. Ini dikarenakan lapisan ozon yang semakin menipis karena adanya
asap-asap industry maupun kendaraan bermotor serta penebangan hutan secara
besar-besaran oleh manusia.
Penyebab manusia lakukan
kerusakan di bumi adalah kurangnya kesadaran mereka terhadap lingkungan
sekitar, kurang memahami bahwa manusia membutuhkan alam ini untuk bertahan
hidup, serta kurangnya pengetahuan mereka tentang agama yang mereka anut dan
kedekatan masing-masing individu dengan Sang Pencipta Bumi kita tercinta.
Padahal
jika kita kaji lebih dalam keyakinan kita, menjaga bumi itu sangatlah di
wajibkan. Kita dilarang untuk berbuat kerusakan dimuka Bumi ini. Bumi
membutuhkan manusia yang memperhatikannya. Kita menyadari bahwa kehidupan kita
akan berjalan karena Bumi. Bumi yang menyediakan segala kebutuhan kita, yang
memberikan tempat untuk kita berteduh, memberikan makan serta minum untuk
manusia.
Jika kita
sudah memahami itu, kita juga tentu akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Karena Tuhan-lah yang menciptakan Bumi ini serta isinya. Dapat kita bayangkan
jika Tuhan tidak berbaik hati memberikan sebuah tempat tinggal dan kepeluannya
yaitu Bumi kepada kita?
Mengurangi pemanasan global
Tidak hanya dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, tentunya dengan perbuatan
kita pula. Contohnya seperti menanam pohon. Menanam pohon termasuk cara yang sederhana. Pohon
adalah salah satu keajaiban alam terhebat. Semua ajaran agama dengan tegas
menempatkan pohon menjadi simbol dan sumber kehidupan manusia. pohon mempunyai banyak makna yang menjadi bagian tak
terlupakan dalam kehidupan semua orang di Bumi. Kemudian cara yang kedua yaitu Kurangilah
Pemakaian Kendaraan (bermotor),
Berkendara lah Dengan Bijaksana. Setiap
kali kita meninggalkan mobil atau motor di rumah, maka kita mengurangi polusi
udara, menurunkan suhu bumi, meningkatkan kesehatan diri sendiri dan menghemat
uang. Untuk jarak pendek, usahakan berjalan kaki atau naik sepeda. Dalam waktu
30 menit, secara umum orang dapat menempuh jarak rata-rata 1 mil atau bahkan
lebih, hanya dengan berjalan kaki. Jika agak jauh, baru gunakan kendaraan umum. Selanjutnya yaitu Program pemanfaatan sampah rumah
tangga, yang selama ini kita pikir tidak
bermanfaat ternyata memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini akan
lebih optimal jika ada program pemanfaatan sampah, sampah organik sebagai bahan
dasar pupuk kompos, sampah anorganik dapat di jual di pemulung atau pembeli
bahan bekas. Kemudian Tularkan
konsep penyelamatan bumi dengan menghentikan pemanasan global pada lingkungan
sekitar kita.
Jika konsep penyelamatan dari rumah tangga ini kita tularkan ke lingkungan atau daerah disekitar kita, maka akan lebih banyak lagi tempat - tempat yang terselamatkan, sehingga bumi kita makin nyaman dan panjang umur.
Jika konsep penyelamatan dari rumah tangga ini kita tularkan ke lingkungan atau daerah disekitar kita, maka akan lebih banyak lagi tempat - tempat yang terselamatkan, sehingga bumi kita makin nyaman dan panjang umur.
Jika kita memahami dan bisa
mengkaji keadaan Bumi ini, tidak akan terjadi kerusakan dimana-mana. Kita bisa
saling bahu-membahu untuk memperbaiki keadaan Bumi yang semakin renta ini.
Serta kita harus belajar untuk semakin dekat dengan Tuhan agar kita tidak lagi
menyakiti Bumi ini dengan tangan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar