Senin, 28 Mei 2012

MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL DENGAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN

                Bumi ini semakin panas”. Demikianlah kalimat yang sering diucapkan oleh banyak orang jika menyadari bahwa matahari semakin panas. Di pagi hari saja, kita merasakan bahwa matahari itu terasa 2x lebih panas dari sebelumnya. Apalagi di siang hari, kulit kita akan terasa terbakar jika kita beraktifitas terlalu lama di bawah terik matahari. Ditambah lagi dengan adanya bangunan tinggi  yang semakin banyak, hutan-hutan semakin berkurang karena pembangunan, Industri-industri pun semakin merajalela yang menghasilkan asap sehingga membuat bumi ini semakin panas lagi. Ya, inilah yang kita sebut sebagai pemanasan global.
                Pemanasan global sendiri adalah berubahnya keadaan muka Bumi secara signifikan karena menipisnya lapisan ozon dan bertambahnya gas CO2 yang berasal dari efek rumah kaca dan sejenisnya sehingga menyebabkan suhu bumi terus bertambah. Efek dari rumah kaca ini membuat lapisan ozon menjadi berlubang. Jika ini dibiarkan, bagaimana nasib penduduk bumi di masa mendatang? Akankah kita semua masih bisa bertahn hidup di Bumi yang semakin panas ini?
                Pemanasan global kini menjadi masalah penduduk dunia. Bahkan tak jarang masalah ini diangkat sebagai tema utama dalam forum internasional. Seperti KTT di Bali beberapa waktu lalu. Di sana dihadiri Negara-Negara dari berbagai belahan dunia. Mereka membahas bagaimana cara mengurangi pemanasan global di bumi ini. Tetapi, bagi penduduk dunia KTT belum berarti apa-apa. Karena belum bisa mengurangi pemanasan global secara real. Seperti dicanangkannya program penanaman satu juta pohon. Itu hanya dilakukan di kota-kota besar. Dan di pedesaan pun belum berjalan program tersebut. Apa jadinya jika bumi kita ini benar-benar mengalami pemanasan global? Apakah kita sanggup bertahan hidup lebih lama di bumi kita tercinta ini?
                Sebenarnya jika kita lihat fakta yang ada, pemanasan global itu terjadi karena ulah manusia sendiri. Seperti, illegal logging yang menyebabkan hutan gundul yang dapat mempercepat menipisnya lapisan ozon, penggunaan CFC berlebihan pada alat-alat elektronik rumah tangga, limbah asap industri yang dibuang ke udara, penggunaan bom saat menangkap ikan di laut, asap yang berasal dari kendaraan bermotor,  dan masih banyak lagi.
                Kita tahu, bahwa dampak negative dari pemasan global itu ada pada manusia itu sendiri. Contohnya yaitu, mencairnya es yang berada di kutub utara dan selatan  Pecahan-pecahan gunung es dari Kutub Selatan satu per satu hanyut menghampiri perairan Selandia Baru dan Australia. Tiap menit di kawasan tropis, hutan seluas tiga kali lapangan sepak bola dibabati. Dan polusi akibat buangan gas terus mengancam warga kota-kota besar di semua benua.  Ini dikarenakan lapisan ozon yang semakin menipis karena adanya asap-asap industry maupun kendaraan bermotor serta penebangan hutan secara besar-besaran oleh manusia.
                Penyebab manusia lakukan kerusakan di bumi adalah kurangnya kesadaran mereka terhadap lingkungan sekitar, kurang memahami bahwa manusia membutuhkan alam ini untuk bertahan hidup, serta kurangnya pengetahuan mereka tentang agama yang mereka anut dan kedekatan masing-masing individu dengan Sang Pencipta Bumi kita tercinta.
Padahal jika kita kaji lebih dalam keyakinan kita, menjaga bumi itu sangatlah di wajibkan. Kita dilarang untuk berbuat kerusakan dimuka Bumi ini. Bumi membutuhkan manusia yang memperhatikannya. Kita menyadari bahwa kehidupan kita akan berjalan karena Bumi. Bumi yang menyediakan segala kebutuhan kita, yang memberikan tempat untuk kita berteduh, memberikan makan serta minum untuk manusia.
Jika kita sudah memahami itu, kita juga tentu akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena Tuhan-lah yang menciptakan Bumi ini serta isinya. Dapat kita bayangkan jika Tuhan tidak berbaik hati memberikan sebuah tempat tinggal dan kepeluannya yaitu Bumi kepada kita?
                Mengurangi pemanasan global Tidak hanya dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, tentunya dengan perbuatan kita pula. Contohnya seperti menanam pohon. Menanam pohon termasuk cara yang sederhana. Pohon adalah salah satu keajaiban alam terhebat. Semua ajaran agama dengan tegas menempatkan pohon menjadi simbol dan sumber kehidupan manusia. pohon mempunyai banyak makna yang menjadi bagian tak terlupakan dalam kehidupan semua orang di Bumi. Kemudian cara yang kedua yaitu Kurangilah Pemakaian Kendaraan (bermotor), Berkendara lah Dengan Bijaksana. Setiap kali kita meninggalkan mobil atau motor di rumah, maka kita mengurangi polusi udara, menurunkan suhu bumi, meningkatkan kesehatan diri sendiri dan menghemat uang. Untuk jarak pendek, usahakan berjalan kaki atau naik sepeda. Dalam waktu 30 menit, secara umum orang dapat menempuh jarak rata-rata 1 mil atau bahkan lebih, hanya dengan berjalan kaki. Jika agak jauh, baru gunakan kendaraan umum. Selanjutnya yaitu Program pemanfaatan sampah rumah tangga, yang selama ini kita pikir tidak bermanfaat ternyata memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini akan lebih optimal jika ada program pemanfaatan sampah, sampah organik sebagai bahan dasar pupuk kompos, sampah anorganik dapat di jual di pemulung atau pembeli bahan bekas. Kemudian Tularkan konsep penyelamatan bumi dengan menghentikan pemanasan global  pada lingkungan sekitar kita.
Jika konsep penyelamatan dari rumah tangga ini kita tularkan ke lingkungan atau daerah disekitar kita, maka akan lebih banyak lagi tempat - tempat yang terselamatkan, sehingga bumi kita makin nyaman dan panjang umur.
                Jika kita memahami dan bisa mengkaji keadaan Bumi ini, tidak akan terjadi kerusakan dimana-mana. Kita bisa saling bahu-membahu untuk memperbaiki keadaan Bumi yang semakin renta ini. Serta kita harus belajar untuk semakin dekat dengan Tuhan agar kita tidak lagi menyakiti Bumi ini dengan tangan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar